Macam Jenis Burung Cendet Paling Populer

Artikel mengenai jenis cendet dikaji secara serius oleh tim hargapeliharaan.com. Ikuti terus artikel menarik lain setiap hari.

Cendet tidak hanya mempunyai suara gacor maupun ngeroll, namun juga dikenal sebagai burung predator yang cukup agresif. Di alam bebas, ia juga diketahui mempunyai insting pembunuh yang cukup kuat. Orang barat menganggapnya sebagai burung petengger yang ganas pada saat menerkam mangsa. Mangsanya sendiri berupa hewan-hewan kecil seperti kadal, katak, jangkrik, belalang dan sebagainya. Bahkan ada beberapa spesies Cendet yang juga memangsa berbagai burung yang berukuran lebih kecil. Itulah alasan mengapa, burung yang juga dikenal oleh masyarakat Jawa dengan nama Betet tersebut kerap disebut sebagai burung predator.

Anggapan mengenai burung predator tersebut, tentunya juga tak lepas dari perawatan dan pelatihan burung Cendet yang kerap juga dianggap lebih susah daripada jenis burung pengicau lain di Indonesia. Cukup banyak yang berpendapat, bahwa memelihara burung betet bukan pekerjaan yang mudah. Tentunya hal tersebut perlu sedikit diluruskan, sebab pada dasarnya untuk merawat dan menjadikan cendet sebagai burung master sama mudahnya dengan jenis burung lain. Terlebih lagi cendet sendiri merupakan burung yang mempunyai karakter petarung yang cukup kuat, sehingga sedikit lebih mudah daripada jenis burung penyanyi kebanyakan.

Cendet sendiri merupakan burung dari genus Lanius dan genus tersebut memang diketahui untuk spesies burung yang bertipikal agresif. Selain itu, Betet juga diketahui terdapat dalam berbagai macam sub-spesies (ras). Mungkin jenis atau ras pertama yang mungkin paling populer ialah Cendet Abu-abu besar. Sesuai dengan embel-embel nama yang dibawanya. Ukuran tubuhnya terbilang paling besar daripada sejenisnya, yakni rata-rata saat menginjak usia panjang tubuhnya bisa mencapai 23 hingga 25 cm. Maka tak heran jika harganya yang ada di pasaran sendiri terbilang lebih mahal daripada jenis burung betet lainnya.

Di alam bebas, burung cendet biasanya menyukai berbagai tempat yang cenderung lembab seperti hutan mangrove, ladang basah dan sebagainya. Makanan kesukaanya pada saat di habitat aslinya sendiri berupa berbagai serangga kecil, buah-buahan dan biji-bijian. Pada saat memasuki musim berkembangbiak, Betet betina biasanya akan merajut sarang yang terbuat dari rerumputan, wol dan jaring laba-laba yang diletakkan pada cabang pohon pada ketinggian 4-6 meter. si betina sedikitnya bisa melahirkan 3 sampai 6 butir telur dan akan terus mengeraminya dalam jangka waktu selama 2 minggu sampai anak-anaknya lahir. Berikut semua jenis Cendet terpopuler, lengkap dengan gambar:

1. Cendet Cokelat (Lanius Cristatus)

burung cendet cokelat
Burung Cendet Cokelat (Robert tdc/Flickr)

Lanius Christatus atau Cendet Cokelat. Ukuran tubuhnya bisa mencapai 20 cm. Sesuai dengan nama yang diberikan, ciri warna cokelat pada tubuhnya terlihat sangat khas. Bagian kepala, punggung dan sampai ekor bewarna cokelat. Sementara itu bagian dahi dan alis terdapat motif warna putih serta terdapat setrip warna hitam pada bagian matanya yang bentuknya hampir menyerupai topeng bandit. Berbdasarkan beberapa ahli jenis ini sendiri sebenarnya terdapat dalam 4 sub-spesies yang diantaranya Lanius cristatus cristatus, confusus, superciliosus dan lucionensis. Di Indonesia sendiri hanya terdapat ras superciliosus yang wilayah penyebaranya meliputi pulau Jawa, Sumatera dan kepulauan Sunda Kecil.

2. Cendet Kepala Merah (Lanius Senator)

burung cendet kepala merah
Burung Cendet Kepala Merah (gailhampshire/Flickr)

Cendet Kepala Merah adalah jenis yang sebagaian besar mendiami berbagai wilayah di negara-negara Asia, Eropa dan Afrika. Berdasarkan beberapa ahli, jenis ini populasi paling banyak untuk jenis Cendet yang satu berada di negara Inggris bagian selatan. Jenis ini juga relatif cukup mudah untuk dikenali. Kepalanya bewarna merah dan bagian kerongkongan hingga tungging bewarna putih. Pada saat di alam bebas, biasanya ia kerap berada di lahan-lahan tropis baik saat berkembangbiak maupun saa mencari makan. Makanan kesukaannya sendiri berupa Jangkrik, Ulat dan bijia-bijian.

3. Cendet Hitam Putih (Lanius Collaris)

burung cendet hitam putih
Burung Cendet Hitam Putih (Lip Kee/Flickr)

Jika bicara mengenai jenis mana yang paling agresif, mungkin cukup pantas bila ditujuakan untuk Cendet Hitam Putih. Hal tersebut bisa sudah bisa dilihat dari bentuk paruhnya yang cenderung berbeda dengan yang lain. Bentuk paruh bagian atasnya meruncing kebawah yang diketahui merupakan senjata utamanya untuk mencabik mangsa. Selain diketahui selalu kelaparan saat di alam bebas, jenis burung Betet yang satu ini juga diketahui mempunyai sifat pemarah yang mana ia selalu tidak akan segan melukai jenis burung lain yang dirasa sudah mengganggunya. Meskipun burung yang mengganggunya tersebut memiliki ukuran tubuh yang lebih besar sekalipun.

4. Cendet Abu-abu Besar (Lanius Excubitor)

burung cendet abu abu besar
Burung Cendet Abu-abu Besar(Juris Seņņikovs/Flickr)

Mungkin jenis inilah yang paling populer di kalangan penghobi di Indonesia. Selain ukuran tubuhnya terbilang lebih bongsor dan gagah, suara kristalnya juga dinilai banyak penghobi lebih bervariasi daripada jenis Betet pada umumnya. Selain itu, ia juga mudah dimaster karena mentalnya juga dinilai lebih kuat dan agresif. Jenis ini juga tak jarang selalu memenangkan setiap ajang kejuaraan untuk kelas jenis burung Cendet. Hampir seluruh tubuhnya didominasi warna abu-abu dan ciri topeng bandit yang sudah menjadi ciri khas aneka burung betet juga terlihat lebih jelas jika dibandingkan dengan sejenisnya.

5. Cendet Abu-abu Kecil (Lanius Minor)

burung cendet abu abu kecil
Burung Cendet Abu-abu Kecil (Michele Lamberti/Flickr)

Sementara itu untuk jenis terakhir yang juga tidak kalah populer ialah Cendet Abu-abu Kecil. Meskipun ukuran tubuhnya terbilang lebih kecil, namun jika sudah bicara soal mental dan suara ia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan menurut beberapa penghobi, ia lebih pintar dalam meniru ritme suara jenis burung lain. Jenis yang bernama latin Lanius Minor ini paling banyak mendiami negara-negara di Asia tengah, Eropa Selatan dan pada saat musim dingin jenis ini kerap berlalu lalang di daerah Afrika Timur.