Mengenal Ciri-ciri Burung Cucak Ijo Mini

Artikel mengenai mengenal cucak ijo mini dikaji secara serius oleh tim hargapeliharaan.com. Ikuti terus artikel menarik lain setiap hari.

Lesser green leafbird atau Cucak Ijo Mini. Siapa yang tidak mengenal salah satu burung dari keluarga Chloropseidae ini. Kicauannya khas dan perwakannya juga tak kalah cantik dengan jenis burung Cucak Ijo lain. Layaknya kerabat-kerabatnya, unggas yang bernama latin (ilmiah) Chloropsis cyanopogon ini juga mempunyai gaya Ngentrok saat berkicau. Mungkin istilah Ngentrok sendiri, bisa dibilang lebih familiar untuk Cucak Ijo Banyuwangi ataupun Kalimantan daripada jenis yang satu ini. Hanya saja jika sudah menyinggung soal selera ataupun kebutuhan, tentunya sudah berbeda. Meskipun dengan embel-embel harga yang mahal atau hal lainnya, tentunya semua itu sudah tidak begitu dipedulikan lagi.

Mungkin hal tersebut juga sedikit menarik untuk dibahas. Dimana Cucak Ijo Mini sering dianggap tidak lebih baik jika dibandingkan dengan Cucak Ijo lain. Mulai dari segi suara, mental, warna tubuh dan sebagainya. Tentunya anggapan tersebut rasanya kuranglah tepat, sebab semua jenis Cucak Ijo mempunyai keindahan yang lebih menonjol setiap masingnya. Dan Cucak Ijo mini sendiri mungkin lebih ke segi perawatan daripada ke segi suara maupun penampilan. Dalam artian, ukuran tubuhnya tidak terlalu besar sehingga dalam hal perawatan dan setelan harian terbilang lebih ringan. Namun tetap tidak menutup kemungkinan, bahwa Cucak Ijo Mini juga bisa menjadi burung master, baik di rumah maupun di arena perlombaan.

Mungkin alasan lain juga bisa dilihat dari segi harga. Untuk masalah harga, Cucak Ijo Mini sendiri terbilang lebih mahal daripada jenis Cucak Ijo lain. Mungkin sebuah harga sendiri tidak bisa dijadikan tolak ukur yang pas, sebab banderol yang ada di berbagai daerah tentu sudah berbeda-beda. Hanya saja rata-rata harga Cucak Ijo mini di berbagai daerah di Indonesia bisa dibilang lebih terjangkau. Untuk harga jantan dewasa berkisar Rp250 sampai Rp500 ribuan dan sementara itu untuk betina sekitar Rp200 hingga Rp300 ribuan. Tentu harga yang terhitung lebih murah jika dibandingkan dengan harga Cucak Ijo Banyuwangi trotol yang rata-rata masih dibanderol Rp1 juta ke atas.

Di ranah Asia Tenggara sebenarnya burung Cucak Ijo Mini terbagi menjadi dalam 2 sub-spesies (ras) dengan ciri tubuh dan habitat yang berbeda-beda. Dalam versi bahasa latin, untuk ras pertama lebih dikenal dengan Chloropsis cyanopogon septentrionalis yang wilayah penyebarannya paling banyak terdapat di Selatan Myanmar, Thailand barat daya dan wilayah utara Semenanjung Malaysia. Sementara itu untuk ras kedua bernama latin Chloropsis cyanopogon cyanopogon. Usut punya usut, ras kedua tersebut wilayah penyebaran terbanyak berada di Indonesia yang meliputi Sumatera, Kalimantan dan Semenanjung Malaysia. Meskipun terkesan berbeda jika dilihat dari segi fisik dan sebagainnya, namun untuk urusan suara gacor dan tingkah laku ngentrok keduannya juga memilikinya.

Ciri-ciri Cucak Ijo Mini

Jika dilihat dari segi warna tubuh mungkin masih sama dengan jenis CI lainnya, karena hampir seluruh bagian tubuhnya bewarna hijau. Ciri-ciri paling spesifik, sudah jelas bisa dilihat dari ukuran tubuh. Sesuai dengan embel-embel nama yang dibawannya, ukuran tubuhnya tidak terlalu besar yakni rata-rata hanya sampai berkisar 17 – 18 cm. Mungkin akan lebih bermanfaat jika bicara mengenai ciri jantan dan betinanya. Si betina tidak mempunyai warna hitam pada bagian wajah. Untuk burung jantan dan betina usia muda tidak memiliki warna kuning pada bagian dagu hingga leher, melainkan lebih cenderung bewarna hijau dengan garis biru pucat. Perbedaan juga terletak dari segi suara dan mental. Si betina suaranya tidak sekeras dan senyaring si jantan serta jarang sekali Ngentrok.

Perawatan Harian Cucak Ijo Mini

Sebuah perawatan dan setelan harian tentunya diharapkan bisa membuat burung tetap sehat, sehingga rajin bunyi. Bahkan bisa dibilang untuk memelihara dan melatih suara Cucak Ijo Mini terbilang lebih mudah daripada kerabat-kerabatnya, karena ia diketahui lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Seperti halnya dengan jenis burung penyanyi pada umumnya. Pemandian, pejemuran, pemberian pakan dan pemasteran sudah menjadi hal yang perlu diperhatikan setiap hari jika ingin memiliki burung yang sehat dan rajin berkicau. Dan tidak lupa, pemilihan sangkar sendiri sebenarnya juga cukup menentukan. Ukuran sangkar yang ideal untuk Cucak Ijo mini biasanya P 46 x L 40 x T 80 cm. Selain itu di dalam sangkar sebisa mungkin sudah tersedia 4 macam baskom untuk tempat air minum dan pakannya serta tangkringan minimal sebanyak 2 biji.

Pemandian sendiri tergantung kebiasaan, entah itu menggunakan metode semprot ataupun keramba. Namun sebelum memandikan, alangkah lebih baik angin-anginkan burung terlebih dulu, kurang lebih selama 15 hingga 20 menit. Jika semisal memandikan pada pagi hari, bisa dimulai pada pukul 06.45 hingga 07.00. Setelah itu setiap pemilik baru bisa memandikannya dan setelah selesai baru bisa menjemur. Penjemuran sendiri tergantung musim. Jika musim kemarau, penjemuran sebaiknya dilakukan selama 2 jam saja. Untuk musim penghujan, setidaknya selama 3 jam. Misalnya penjemuran saat pagi pada musim kemarau, bisa dilakukan pada pukul 07.00 – 09.00. Sembari menunggu badanya kering, pemilik baru bisa mengganti pakan voer dan air minumnya dengan yang baru. Tidak lupa, pakan EF juga perlu diberikan. Extra Fooding sendiri sebaikya diberikan sebanyak 5 ekor dalam sehari. 3 ekor saat sehabis mandi pagi dan 2 ekor pada sore hari.

Setelah badannya kering gantang Cucak Ijo Mini di teras-teras rumah, namun sebisa mungkin jangan dikerodong agar ia bisa terbiasa dengan manusia. Hal ini juga sangat menentukan cepat atau tidaknya burung bisa bersuara ngeroll dan ngentrok. Dimana kebiasaan tersebut, secara tidak langsung juga melatih mentalnya. Jika mentalnya sudah semakin terasah, maka akan semakin mudah pula melatih dan memasternya. Pemasteran sendiri mungkin akan lebih efektif dilakukan pada waktu malam hari atau sore hari sesudah dalam kondisi dikerodong. Pada kondisi tersebut daya ingat dan kosentrasi burung naik dua kali lipat, sehingga mampu merekam dengan baik suara mp3 yang diputar. Jika semisal secara kebetulan burung yang dipelihara berkelamin jantan, biasanya suara Cucak Ijo betina mp3 cukup berkerja untuk memancing si jantan agar mau buka paruh.