Mengenal Ciri-ciri Burung Kacer Poci / Sekoci

Artikel mengenai mengenal kacer poci dikaji secara serius oleh tim hargapeliharaan.com. Ikuti terus artikel menarik lain setiap hari.

Magpie Robin merupakan salah satu jenis burung penyanyi terfavorit yang terdapat dalam berbagai sub-spesies (ras). Diantara banyak ras, mungkin salah satu yang bisa dibilang paling populer ialah Kacer Poci. Selain mempunyai penampilan mengagumkan, jenis burung dari genus Copsychus tersebut juga memiliki suara kristal istimewa. Mungkin jika dilihat dari segi suara dan karakter tidak berbeda dengan jenis Kacer lain, hanya saja untuk jenis yang satu ini mempunyai beberapa bagian yang bisa dibilang cukup berbeda dengan kerabat-kerabatnya.

Mungkin bagian yang berbeda tersebut sudah bisa dilihat dari segi motif warna hitam putih pada tubuhnya. Jika dilihat sekilas, ia terkesan lebih menarik daripada jenis Kacer lain. Jika semisal bicara mengenai sub-spesies mana yang lebih pantas disebut burung hias, mungkin jenis ini adalah jawaban yang tepat. Letak keunikkan dan sekaligus sebagai ciri khas untuk membedakannya dari sejenisnya ialah berada pada bagian dadanya. Bisa dilihat, motif warna hitam pada dadanya terlihat seperti bentuk cekungan. Mungkin bentuk cekungan ini sendiri juga dimiliki oleh Kacer Madagaskar, namun bentuk cekungan untuk Kacer Poci cenderung lebih rapi.

Meskipun terkesan lebih menarik dari segi penampilan, namun kebanyakan penghobi di Indonesia lebih tertarik untuk memelihara jenis Kacer lain daripada Kacer Poci. Alasanya pun bermacam-macam dan diantaranya ialah suaranya dan mentalnya dinilai tidak lebih baik. Jika Semisal dibandingkan dengan Kacer dada hitam, unggas yang bernama latin (ilmiah) Copsychus saularis musicus ini bahkan diklaim lebih mudah Mbagong. Meskipun untuk harganya yang ada di pasaran sendiri terbilang lebih murah, namun rata-rata penghobi lebih memilih membeli Kacer Hitam.

Mungkin sah-sah saja jika kebanyakan penghobi cukup banyak yang berpendapat demikian, namun alangkah lebih baik hal tersebut perlu sedikit diluruskan. Dimana semua kemampuan burung Kacer, baik dari segi suara, mental, harga dan sebagainya tersebut sebenarnya tergantung perawatan dan setelan harian. Tidak ada dasaran yang pasti mengenai ras satu dengan ras lainnya berbeda-beda. Terlebih lagi Kacer Poci juga tak jarang terdengar selalu menjadi jawara di setiap perlombaan kicau, baik tingkat nasional maupun daerah.

Adapun dari segi nama atau istilah panggilan yang mana jenis ini juga dikenal dengan Kacer Sumatera. Hanya saja hal yang perlu sedikit diketahui ialah sub-spesies yang satu ini bukan berarti berasal dari pulau Sumatera. Mungkin akan lebih tepat menggunakan istilah Kacer Poci ataupun Copsychus saularis musicus. Keberadaan terbanyak ras ini di Indonesia memang secara kebetulan berada di Sumatera, namun bukan berarti ia burung endemik di pulau tersebut. Dimana ras yang satu ini juga dapat ditemukan di wilayah lain yang meliputi Jawa Barat dan bagian barat pulau Borneo.

Ciri-ciri Kacer Poci

Untuk mengenali ciri-ciri Kacer Poci tidaklah sulit. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa seluruh badannya hanya mempunyai kombinasi 2 warna, yakni hitam dan putih. Pada bagian kepala, iris mata, punggung hingga permukaan atas ekornya bewarna hitam pekat. Sementara itu, bagian dada hingga bagian bawah ekornya bewarna putih. Jika bicara mengenai ciri, mungkin akan lebih baik membahas seputar bagaimana cara membedakan jantan dan betina burung Kacer Poci.

Untuk membedakan ciri jantan dan betina Kacer Poci sendiri mungkin agak sulit, karena keduanya mempunyai kecenderungan motif warna dan bentuk tubuh yang hampir serupa. Meskipun tidak seratus persen otentik, namun beberapa bagian ini sudah dipercaya banyak penghobi cukup akurat. Si jantan tubuhnya lebih kelihatan panjang dan gagah. Saat masih umur trotol, si jantan warna hitam pada si jantan agak bewarna kekuningan. Berbeda dengan si betina, tubuhnya cenderung bulat serta warna hitamnya terlihat lebih keabu-abuan.

Perawatan Harian Kacer Poci

Perawatan dan setelan harian Kacer Poci tentunya bertujuan untuk membuat burung agar tetap sehat, sehingga bisa rajin bunyi. Mungkin hal pertama yang perlu sedikit diperhatikan ialah perihal pemilihan ukuran sangkar atau kandang. Ukurannya tidak perlu berlebihan cukup yang sedang-sedang saja. Standarnya, ukuran sangkar untuk Kacer Sumatera ialah 40 x 40 x 60 cm. Layaknya jenis burung pengicau lain, setidaknya juga harus disedikan 4 macam wadah pakan voer, pakan EF, air minum dan air mandi. Dan tidak lupa juga harus disediakan setidaknya 2 buah tenggeran yang terbuat dari bahan-bahan kayu yang mempunyai permukaan tidak terlalu kasar atau licin (sedang).

Selanjutnya masalah kebersihan. kebersihan kandang dan burung sebaiknya juga selalu dikondisikan setiap hari. Sebelum memandikan, sebaiknya angin-anginkan burung terlebih dulu setidaknya selama 10 hingga 15 menit. Pemandian sendiri tergantung kebiasaan burung entah itu menggunakan metode keramba ataupun semprot. Akan lebih baik membahas perihal penjemuran dimana penjemuran sendiri tergantung cuaca. Pada saat musim kemarau sebaiknya penjemuran hanya dilakukan selama 2 jam saja dan 3 jam untuk musim penghujan. Misalnya jam 08.00 – 10.00. Dan pada saat sore hari penjemuran bisa dilakukan selama 1 jam, hanya saja dengan catatan pada saat sore hari jangan terlalu basah kuyup pada saat memandikannya.

Saat-saat penjemuran berlangsung atau sembari menunggu badannya kering, sebaiknya ganti pakan voer, EF, air minumnya dengan yang baru. Voer sendiri sebaiknya jangan terlalu mengandung kadar protein yang tinggi, karena belum tentu cocok untuk metabolisme tubuh burung. Cukup pilih voer dengan kadar yang sedang-sedang saja, yakni berkisar 12 hingga 16 % saja. Sementara itu berlanjut kemasalah pakan Extra Fooding. Jika EF semisal EF jangrik, sebaiknya berikan sebanyak 5 ekor dalam sehari. Pagi 3 ekor dan 2 ekor pada saat sore hari. Jika Kroto, sebaiknya sebanyak 2 sendok teh makan yang bisa diberikan 2 kali dalam seminggu.

Jika semua dirasa sudah selesai, gantang burung di teras-teras rumah. Sebaiknya burung jangan dikerodong agar ia bisa semakin terbiasa dengan manusia. Terlebih lagi untuk burung yang semisal belum mau berkicau ata buka paruh, maka kebiasaan tersebut sangatlah dianjurkan. Dimana cepat atau tidaknya burung mampu mengeluarkan suara gacor atupun ngeroll, sebenarnya tergantung mental burung itu sendiri. Jika mentalnya sudah semakina terasah, maka untuk memasternya juga akan lebih mudah.

Adapun dari segi pemasteran. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa cepat atau tidaknya burung mampu mengeluarkan suara gacor atau panggilan tergantung perawatan dan setelan harian. Dalam artian pemutaran suara mp3 tidak sepenuhnya menjamin. Diperlukan berbagai upaya dari masing-masing pemilik yang sifatnya untuk membantu peranan suara mp3 itu sendiri. Hal tersebut bisa dimulai dari segi penggantangan. Usahakan gantang burung di tempat-tempat yang nyaman dengan udara yang segar. Sebaiknya jangan gantang burung di dapur. Mungkin alangkah lebih baik menaruhnya di ruang tengah rumah atau di ruang tamu. Disamping nyaman, burung yang satu ini biasanya juga sangat menyukai suara-suara Televisi dan objek suara perangkat elektronik lainnya.