Mengenal Ciri-ciri Burung Kenari Yorkshire

Artikel mengenai mengenal kenari yorkshire dikaji secara serius oleh tim hargapeliharaan.com. Ikuti terus artikel menarik lain setiap hari.

Popularitas Kenari di Indonesia memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Meskipun para pemelihara dan pembudidayanya saat ini tidak seramai dulu, namun dalam berbagai hal jenis burung Kenari masih menjadi pilihan sebagian masyarakat. Semua pasti tahu, bahwa Kenari mempunyai penampilan cantik dengan warna bulu yang bermacam-macam. Mulai dari kuning, putih, oranye, cokelat dan masih banyak lagi. Selain suara gacor dan ngeroll yang memang jempolan, ada beberapa jenis yang lebih disukai lantaran ukuran atau bentuk fisik yang dimiliki. Bisa dibilang, mungkin salah satunya ialah Kenari Yorkshire.

Sudah tidak bisa dipungkiri, bahwa Kenari Yorkshire merupakan salah satu jenis yang bisa dibilang paling populer. Alasanya pun bermacam-macam, mulai dari segi penampilan, bentuk tubuh, segi suara dan sebagainya. Mungkin para penghobi juga sudah tahu, jika dilihat dari segi penampilan saja ia terbilang paling besar jika dibandingkan dengan keluarga Canary Song lain. Bahkan sudah cukup banyak yang berpendapat, bahwa ketika ia berdiri sekilas tubuhnya cukup mirip dengan sayur wortel yang terbalik. Dan semua itu seakan terlengkapi dengan suaranya yang juga dinilai banyak orang lebih keras dan bervariasi dibandingkan dengan kerabat-kerabatnya.

Mungkin bukti kepopuleran Kenari tidak hanya sampai di situ saja. Sebagai bukti, kenari YS sendiri kerap dijadikan indukan utama berbagai jenis kenari Filial seperti Kenari F1, F2, F3, F4 dan seterusnya. Tentunya hal tersebut bukan tanpa sebab dilakukan, karena suara dan ciri tubuh Kenari YS sendiri dinilai istimewa serta juga bisa dibilang cukup disayangkan juga kalau tidak dikembangkan. Selain itu, hal ini juga bisa dibilang merupakan salah satu alasan mengapa harga Kenari YS sendiri yang ada di pasaran selalu lebih mahal. Baik yang lokal maupun impor, rata-rata harga untuk si jantan masih berkisar Rp1 hingga Rp4 jutaan.

Kenari Yorkshire sendiri awalnya mulanya merupakan burung yang dilahirkan dari kawin silang antara Kenari lancashire dan Kenari Belgia. Unggas yang dijuluki oleh masyarakat barat dengan nama The Guardsman dan Gentleman of the Fancy ini pertama kali diimpor dari negara-negara Eropa seperti Jerman (Ring DKB), Itali (Ring FOI) dan Inggris (Ring IOA). Di Indonesia, Ring ini sendiri mempunyai warna berbeda-beda yang sudah disesuaikan berdasarkan tahun kelahirannya. Warna biru tahun kelahirannya 2008, hitam (2007), merah (2006) dan hijau (2005).

Ciri-ciri Kenari Yorkshire

Burung Kenari Yorkshire terbilang paling mudah dikenali dibandingkan dengan jenis Kenari lain. Semua itu sudah bisa dilihat dari potur tubuh yang dimiliki. Ketika berdiri, badannya tegap dengan dada yang terlihat bidang. Seperti yang sudah diketahui banyak penghobi, jika diperhatikan sekilas bentuk badannya ketika berdiri juga hampir menyerupai sayur Wortel yang terbalik. Selain itu, bulunya juga terlihat sangat rapat dan mengkilap. Terlihat sangat bersih dan bisa dibilang hampir tidak ada kotoran atau debu sama sekali. Adapun dari segi suara dan karakteristik. Suaranya terdengar keras, lebih keras daripada kenari Lokal. Begitupun dengan mentalnya, ia terbilang burung yang agresif dan agak sedikit galak. Ia selalu aktif bergerak ke sana kemari di dalam sangkar. Oleh sebab itu, bagi calon peminat burung ini disaranan agar memilih sangkar dari bahan-bahan yang kuat seperti Kawat dan Besi.

Perawatan Harian Kenari Yorkshire

Kenari Yorkshire berbeda dengan jenis kenari pada umumnya. Hal tersebut sudah bisa dilihat dari ukuran tubuhnya yang terbilang lebih besar. Oleh sebab itu untuk masalah perawatan dan setelan harian, diperlukan upaya yang lebih agar burung tetap sehat dan rajin bunyi. Bisa dibilang memang benar burung ini mempunyai ciri tubuh lebih gagah serta suara yang lebih keras, namun untuk urusan pakan, pemandian, pemasteran dan sebagainya sedikit lebih boros daripada jenis burung kenari kebanyakan. Terlebih lagi, tidak sedikit penghobi yang juga melakukan berbagai kesalahan dalam memelihara Kenari YS.

Dikutip dari halaman omkicau.com, cukup banyak penghobi yang melakukan kesalahan dalam merawat Kenari Yorkshire dari segi pakan. Dimana penghobi tidak bisa membedakan pemberian pakan voer sebelum bisa berbunyi dan sesudah berbunyi. Saat membeli Yorkshire yang sudah berbunyi gacor, cukup banyak yang memberikan pakan voer secara kiloan. Padahal pakan yang dibeli secara kiloan tersebut belum tentu cocok untuk kondisi dan kebutuhan nutrisi tubuh burung. Selain itu, ukuran badan Kenari YS lebih besar daripada jenis Kenari lain. Mungkin pakan kiloan sendiri lebih cocok untuk kenari lokal, namun tidak untuk YS. Oleh sebab itu, setiap pemilik yang sudah mempunyai YS yang sudah buka paruh dianjurkan membeli pakan voer dengan kandungan protein dan vitamin dua kali lipat dari sebelumnya.

Kesalahan yang dibuat selajutnya, masih dalam segi pakan. Beberapa penghobi masih salah presepsi, bahwa kuning telur bisa mempercepat birahi Kenari Yorkshire sehingga nantinya bisa rajin bunyi. Rasanya anggapan tersebut kuranglah tepat dan bahkan hal tersebut juga bisa merugikan si burung itu sendiri. Mungkin memang benar jika Kuning Telur mampu menumbuhkan birahi, namun jika diberikan secara berlebihan maka lain lagi ceritanya. Jika secara sengaja diberikan setiap hari, maka lama-kelamaan burung akan menjadi gemuk. Selain itu, selera untuk makan biji-bijian juga semakin berkurang. Tentunya hal ini bisa membuat kesehatan burung ngedrop, sehingga bisa malas bunyi.

Tidak hanya itu, para penghobi yang memelihara Kenari YS terkadang juga melakukan kesalahan dari segi penjemuran. Tentu hal ini juga perlu diperhatikan oleh penghobi. Kenari Yorkshire dan beberapa turunannya tidak setangguh Kenari Lokal yang mana ia sangat sulit beradaptasi dengan suhu udara atau lingkungan baru. Masalahnya ialah, cukup banyak penghobi justru berlama-lama menjemurnya dengan jangka waktu yang cukup lama, bahkan sampai setengah hari. Kemudian, para penghobi memasukkannya ke dalam rumah yang bersuhu dingin. Tentu hal tersebut bisa berakibat fatal untuk si burung seperti stres tidak mau berkicau, mengorok dan sebagainya. Intinya adalah sebaiknya jangan gantang YS di tempat-tempat yang tidak terlalu panas atau dingin. Sebisa mungkin gantang ia di tempat-tempat yang sejuk setiap harinya.